PERUBAHAN BUNYI BAHASA JAWA: KAJIAN LINGUISTIK DIAKRONIS BAHASA JAWA KAWI—JAWA BARU

Fida Pangesti

Abstract


Perubahan bahasa (language change) merupakan salah satu fakta kebahasaan yang pasti terjadi karena hakikatnya bahasa—sebagai bagian tak terpisahkan dari manusia—bersifat dinamis. Perubahan itu terlihat paling jelas dan paling dominan dari perubahan bunyinya. Hal itu terjadi pula dalam bahasa Jawa, khususnya bahasa Jawa Kawi ke Bahasa Jawa Baru. Oleh sebab itu, penelitian ini berusaha mengkaji perubahan bunyi bahasa Jawa (Jawa Kawi-Jawa Modern) dalam kerangka linguistik diakronis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data diperoleh dari kamus dengan teknik catat dan dilengkapi dengan teknik introspeksi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dan disajikan secara sitematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa perubahan bunyi dalam bahasa Jawa. Perubahan tersebut yaitu asimilasi, merger, penambahan bunyi, pengurangan bunyi, haplologi, dan beberapa perubahan lain. Penambahan bunyi mencakup perubahan anaptisis dan protesis. Pengurangan bunyi mencakup perubahan apokop dan aparesis. Adapun perubahan lain yang dimaksud di sini mencakup perubahan pemendekan vokal, lenisi atau fortisi, penguatan bunyi, penurunan vokal, penaikan vokal, dan diftongisasi.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.