MEMBANGUN KARAKTER JATI DIRI BANGSA MELALUI GERAKAN LITERASI SASTRA TERHADAP NILAI-NILAI BUDAYA MASA LALU DENGAN CARA PANDANG MASA KINI

Umi Salamah

Abstract


Inti dari pendidikan adalah kebudayaan. Oleh karena itu, Nawa Cita di bidang pendidikan adalah terbentuknya berkepribadian yang berkebudayaan berlandaskan azas gotong royong. Penjabaran visi ini, khususnya dalam Bidang pendidikan adalah “Komitmen mewujudkan pendidikan sebagai pembentuk karakter bangsa yang berkebudayaan”. Sebenarnya, tersebut bukan hal baru, karena sudah dirancang sejak kurikulum 1947. Ki Hadjar Dewantara, penyusun kurikulum pendidikan Indonesia pertama. Yang disebut sebagai rencana pelajaran 1947, telah meletakkan dasar-dasar pendidikan pendidikan budi pekerti berlandaskan pada kebudayaan bangsa dengan cara mentransformasikan nilai-nilai luhur budaya Nusantara. Ironisnya, penghargaan terhadap pikiran Ki Hadjar Dewantara terhadap pendidikan hanya berhenti pada Upacara di Hari Pendidikan Nasional saja, sehingga pendidikan kita makin jauh dari pembentukan karakter jati diri yang kuat berkebudayaan. Saat ini, pendidikan budi pekerti kembali digalakkan di sekolah, di keluarga, dan di masyarakat melalui Gerakan Literasi Bangsa (GBL), namun penerapannya belum relevan dengan azas Nawa Cita di bidang pendidikan. Apakah pidato Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang kembalinya ruh pendidikan paga pikiran Ki Hadjar Dewantara akan diimplementasikan sesuai dengan visi Nawa Cita pendidikan ataukah masih “Jauh api dari panggangnya”. Prinsip yang harus dipegang kuat dalam pendidikan adalah ketika belajar dari peradaban bangsa lain bukan berarti menghilangkan eksistensi budaya sendiri, melainkan lebih memperkokoh dan menghargai budaya sendiri. Cara seperti itu, jika diterapkan dalam pendidikan dapat meningkatkan kohesivitas anak bangsa Indonesia terhadap negara dan dapat menumbuhkan rasa bangga menjadi bangsa Indonesia, pewaris peradaban Nusantara yang maju, adiluhung, dan berbudaya.

Full Text:

PDF

References


Adisusilo, Sutarjo. 2007. Sejarah Pemikiran Barat dari yang Klasik sampai yang Modern. Yogyakarta: Sanata Dharma.

Bratawijaya, Thomas Wijasa. 1997. Mengungkap dan Mengenal Budaya Jawa. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Dewantara, Ki Hadjar. 1962. Karya Bagian I: Pendidikan. Yogyakarta: MLPTS.

Dewantara, Ki Hadjar. 2009. Menuju Manusia Merdeka. Yogyakarta: Leutika.

Freire, Paulo, Ivan Illich dkk. 2001. Menggugat Pendidikan; Fundamentalis, Konservatif, Liberal, Anarkis, terj. Alois Nugroho, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Harahap, Hah. dan Bambang Sokawati Dewantara. 1980. Ki Hadjar Dewantara dan Kawan-kawan, Ditangkap, Dipenjara, dan Diasingkan. Jakarta: Gunung Agung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.