EKOLOGI BUDAYA DALAM SASTRA SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK

Sugiarti Sugiarti

Abstract


Sastra tidak dapat dilepaskan dengan ekologi budaya. Lingkungan budaya dalam sastra akan mampu memberikan sumbangan terhadap kepekaan dalam merespon budaya yang hidup di masyarakat karena menyampaikan pesan-pesan yang sarat dengan nilai. Dalam hal ini, sastra memiliki peran penting untuk menghaluskan budi manusia. Membaca karya sastra secara intensif pada hakikatnya secara tidak sadar merekonstruksi sikap dan kepribadian pembaca. Karya sastra selain sebagai penanaman nilai-nilai karakter juga akan merangsang imajinasi pembaca dalam berpikir kritis melalui rasa ingin tahu terhadap jalan cerita. Ekologi budaya dalam dalam sastra secara komprehensif mengungkap peristiwa yang melibatkan lingkungan sekitar sebagai objek kajian. Latar sosial budaya akan mempengaruhi karakter tokoh, atau karakter tokoh itu dibentuk oleh kehidupan sosial masyarakat yang membesarkannya. Berkaitan dengan karakter bahwa ekologi budaya dalam sastra memiliki peran membentuk karakter peserta didik. Pembelajaran sastra sekarang harus diarahkan pada aspek literasi sehingga memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengapresiasi karya sastra secara baik. Dengan demikian peserta didik dapat meresapi secara mendalam terhadap berbagai peristiwa yang terdapat dalam karya sastra. Menelurusi kembali terhadap alam yang terkait dengan lingkungan budaya menjadi penting. Di sinilah akan diperoleh pesan-pesan nilai budaya yang dapat dihayati dan diterapkan dalam kehidupan. Hal yang tidak kalah penting bahwa sastra mampu menjadikan pembaca katharsis sehingga dapat menghayati apa yang dirasakan oleh orang lain. Pembelajaran sastra yang berbasis konteks memberikan peluang kepada peserta didik untuk menggali nilai-nilai yang tersirat dalam karya sastra.

Full Text:

PDF

References


Alwasilah., A. Chaedar. 2006. Pengajaran Berbasis Sastra. Pikiran Rakyat, 27 Desember 2006.

Pustaka Pelajar.

Endraswara, S. (2016). Ekokritik Sastra. Yogyakarta: Morfalingua.

Mahayana, M. S. (2007). Ekstrinsikalitas Sastra Indonesia. Jakarta: PT Radja Grafindo Persada.

McNaughton, S. J. dan Wolf, L. L. (1989). Ekologi Umum. New York: World Bank Education IX Projec.

Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Teori Pengkajian fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pradopo, Rachmat Djoko. 1984. Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Pujiharto. 2010. Perubahan Puitika dalam Fiksi Indonesia dari Modernisme ke Pascamodernisme. Yogyakarta: Elmatera.

Sudikan, S. Y. (2016). Ekologi Sastra. Lamongan: Pustaka Ilalang Group.

Sugiarti, Tri Sakti Handayani. 2005. Kajian Kontemporer Ilmu Budaya Dasar. Malang;UMM Press.

Sugiarti. 2014. Sastra dan Pendidikan Karakter. Makalah disampaikan pada Seminar Berkala yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Mutu Pendidikan (PPMP) FKIP Universitas Muhammadiyah Malang, 3 Juli 2014.

Sugiarti, 2016. “Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Sekolah”. Makalah disampaikan pada Seminar Regional Kerjasama Kemitraan Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Balai Bahasa Jawa Timur dengan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNiversitas Muhammadiyah Malang, Malang 13 Agustus 2016.

Stanton, Robert. 2012. Teori Fiksi. Terjemahan Sugiastuti dan Rossi Abi Al Irsyad. Yogyakarta:

Teeuw, A. 2013. Sastra dan Ilmu Sastra: Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.