PERGESERAN STRUKTUR DAN MAKNA TEKS LAKON MURWAKALA

Siti Masitoh

Abstract


Teks lakon Murwakala biasanya dipentaskan dalam pagelaran wayang kulit purwa yang merupakan satu rangkaian seremonial tradisional yang disebut dengan upacara ruwatan. Teks lakon ini dianggap sebagai teks sakral sehingga lakon ini hanya boleh dipentaskan dalam upacara ruwatan dan oleh dalang tertentu. Teks lakon Murwakala untuk pertama kali dikenal pada abad ke 17 kemudian penyebarannya terjadi secara lisan dari generasi ke generasi berikutnya sampai pada saat ini yaitu abad ke 21. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa isi yang terkandung dalam teks Murwakala tidak lekang oleh waktu. Kemudian, setiap teks selalu mempunyai ruang kosong yang dapat diisi oleh pembacanya, begitupun dengan teks Murwakala. Pembaca dengan kompetensinya berusaha untuk mengisi ruang kosong tersebut sehingga dalam perkembangannya struktur teks Murwakala mengalami pergeseran dan tentu saja pergeseran struktur teks ini akan mempengaruhi makna teksnya. Artikel ini akan membahas bagaimana struktur dan makna teks lakon Murwakala mengalami pergeseran walaupun teks ini dianggap sebagai teks sakral. Pergeseran struktur dan makna teks Murwakala sangat mungkin terjadi karena sifat dari teks itu sendiri sebagai sebuah bentuk sastra lisan.

Full Text:

PDF

References


Abrams, M.H.1981. A Glossary of Literary Terms. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Chamamah Soeratno, Siti. 2011. Sastra, Teori & Metode. Yogyakarta: Penerbit Elmatera.

Chandler, Sally. 2005. Oral History across Generations: Age, Generational and Oral Testimony.Oral History, Vol.33, No.2, pp.48-56.

Dananjaya, James.1994. Folklor Indonesia. Jakarta: Graffiti Press.

Eagleton, Terry.1996. Literary Theory: An Introduction, 2nd Edition. Massachustts: Blackwell Publishers.

Finnegan, Ruth. 1976. Oral Poetry: Its Nature, Significance and Social Context. Cambridge University Press.

Groenendael, Victorian M. Clara van. 1987. Dalang di Balik Wayang. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Hinzler, H.I.R. 1981. Bima Swarga in Balinese Wayang. The Hague: Martinus Nijhoff.

Hutomo, Suripan Sadi. 1983. Panduan Penelitian Sastra Lisan/Daerah. Jakarta: Pusat Pembinaan Pengembangan Bahasa.

Kamajaya, Karkono, dkk. 1992. Ruwatan Murwakala: Suatu Pedoman. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.