PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN SASTRA MELALUI ADAPTASI KEARIFAN LOKAL

Saktya Khomsilawati

Abstract


Pembelajaran sastra di sekolah memiliki peran strategis bagi pengembangan kepribadian siswa. Baik dalam kerangka apresiatif maupun produktif, secara khusus pembelajaran sastra diharapkan mampu mengasah dan mengembangkan wawasan, pengalaman, keterampilan penghargaan, dan kebanggaan  terhadap  bahasa dan sastra Indonesia. Dalam keseluruhannya, ini bermakna membangun aspek kemanusiaan siswa untuk menuju makna keutuhannya sebagai makhluk Tuhan. Demi terwujudnya harapan ini, pembelajaran sastra di sekolah harus benar-benar bisa menjamin, baik dari segi isi (materi) maupun prosesnya. Penciri utama lembaga sekolah dibandingkan dengan lembaga lainnya adalah terletak pada terpilihnya materi dan proses secara sistematis dan terstruktur, termasuk memberikan perhatian dengan penguatan karakter religius. Kekuatan materi dan proses inilah yang di kemudian hari menjadikan siswa terbangun menjadi individu yang  berkarakter religius. Namun demikian, dalam kenyataannya, banyak guru masih memiliki persoalan dalam mengembangkan kedua hal tersebut. Di sinilah usaha untuk terus melakukan pengayaan dan penguatan materi dan strategi pembelajaran sastra menjadi sangat penting. Maka kearifan lokal bisa menjadi alternatif basis penguatan karena telah teruji memiliki kekuatan secara nilai maupun prosedur; dan tentu dapat diadaptasi dalam pembelajaran sastra.

Full Text:

PDF

References


Fajarini, Ulfah. (2014). Peranan Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter. Jurnal Sosio Didaktika: Vol 1, No 2.

Hadi, Nanang Faisol. (2016). Kulturisasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Di Sekolah. Jurnal Fitrah Vol. 02 N0.1

Ismawati, Esti. (2014) Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Karakter: Sebuah Evaluasi Kinerja. Makalah Prosiding Seminar Nasional “Pembelajaran Bahasa untuk Meningkatkan Kualitas Manusia Indonesia yang Berkarakter dalam Era Mondial”

Kusmarwanti, (2012). Menumbuhkan Karakter Anak Melalui Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar. Makalah dalam Seminar Nasional dan temu Dies Natalis ke 48 UNY pada 5 Mei 2012.

Mulyasa, (2012). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Suryaman, Maman (2010). Pendidikan Karakter Melalui Pembelajaran Sastra. Jurnal Cakrawala Pendidikan, Mei 2010, Th XXIX, Edisi Khusus Dies Natalies UNY

Suyanto, (2010). Pendidikan Karakter Teori & Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.

Tindaon, Yosi Abdian (2012). Pembelajaran Sastra sebagai Salah Satu Wujud Implementasi Pendidikan Berkarakter. Jurnal Basastra Unimed Vol 1 No 1.

Wagiran, (2012). Pengembangan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Hamemayu Hayuning Bawana. Jurnal Pendidikan Karakter, Tahun II, Nomor 3.

Wellek, Rene & Austin Warren, (1990). Teori Kesusastraan. Terjemahan Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.

Wibowo, Agus & Gunawan. (2015). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah. Konsep, Strategi dan Implementasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Wuriyanto, Arif Budi. (2011). Transformasi Nilai-nilai Luhur Sastra Jawa Klasik Sebagai Pengembang “Content” Pendidikan Karakter Berkearifan Lokal di Sekolah. Makalah Kongres Bahasa Jawa V, 2011.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.