SASTRA LAMA SEBAGAI WAHANA PEMBELAJARAN MORAL DAN KARAKTER BANGSA

Nasrullah La Madi

Abstract


Perkembangan peradaban suatu bangsa tidak terlepas dari perkembangan sastra yang dilahirkannya. Fungsi sastra sebagai wahana, dan wadah pembelajaran.Meskipun bukan sebuah kitap moral dan karakter, citra sastra lama relatif fungsional dan baik sebagai wahana pembelajaran moral dan karakter bangsa. Sikap hati-hati dan proposional sangat diperlukan pada waktu memfungsikan sastra lama sebagai wahana pembelajaran moral dan karakterbangsa. Hal tersebut dimaksudkan agar sastra lama yang tidak proposional pada pembelajaran moral dan karakter bangsa dapat terseleksi terlebih dahulu sebelum mejadi sebuah wadah pengembangan pembelajaran sastra. Dengan sikap hati-hati dan proposional, maka sastra lama dapat memberikan pengalaman moral bagi para pelajar. Lebih lanjut, hal ini mengimplikasikan bahwa sastra lama dapat diharapkan sebagai salah satu wahana penanaman moral dan karakter bangsa kepada pelajar. Sayangnya, hal ini dilupakan dan dipinggirkan dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di sekolah.

Full Text:

PDF

References


Abidin, Yunus. 2013. Pembelajaran Sastra Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung: Refika Aditama.

Amir, Adriyetti. 2013. Sastra Lisan Indonesia. Yogyakarta: ANDI.

Fananie, Zainuddin. 2000. Telaah Sastra. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Franz, Mahesa. 2015. Peningkatan Pembelajaran Karakter Demokratis dan Humanis. Jurnal Humaniora dan Pendidikan. Vol. VI. No 2, 3.

Hassanudin, W.S. 2015. Kearifan Lokal dalam Tradisi Lisan Kepercayaan Rakyat Ungkapan Larangan tentang Kehamilan, Masa Bayi, dan Kanak-Kanak Masyarakat Minangkabau Wilayah Adat Luhak Nan Tigo. KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. Vol. 1 No. 2, 198-204.

Herfanda, A.Y. 2008. Sastra sebagai Agen Perubahan Budaya.Yogyakarta: FBS UNY.

Kurniawan, Heru. 2012. Penulisan Sastra Kreatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Lubis, Mochtar. 1994. Sastra, Budaya, Masyarakat dan Manusia Indonesia. Jakarta: Obor.

Mukartiasih, Arif. 2016. Pelaksanaan Nilai Moral dan Karakter dalam Pembelajaran PAI SMP dan SMA di Bandung. Jurnal Ilmiah Pendidikan. Vol. VII. No 2, 4.

Nuryatin, Agus. 2010. Sastra sebagai Mata Pelajaran Vokasi dan Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali.

Rosita, Sari. 2015. Kefektifan pembelajaran Menyusun Cerita Pendek dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran pada Siswa SMP. Jurnal Pedidikan Bahasa dan Satra Indonesia. Vol. III. No 3, 4.

Rusyana, Y. dan M. Suryaman. 2005. Pedoman Penulisan Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia SD, SMP, dan SMA. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.

Saifudin, F Budi. 2014. Aplikasi pengetahuan Lokal dalam Pendidikan Moral dan Karakter. Malang: UNISMA-Badan Bahasa Kemendikbud: Makalah.

Segers, Rien T. 2000. Evaluasi Sastra. Terjemahan Suminto A. Sayuti. Yogyakarta: Adicita.

Sudjiman, Panuti. 2001. Kamus Sastra. Jakarta: Gramedia.

Suharyanto, Herlin. 2005. Sastra, Kajian Teori dan Praktik. Jakarta: Gramedia.

Teeuw, A. 1991. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.

Wellek, Rene & Austin Warren. 1990. Teori Kesusastraan. Terjemahan Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.