KAJIAN KONTEKSTUAL DAN NILAI-NILAI BUDAYA LAGU DAERAH BENGKULU BAGI PEMBINAAN KARAKTER BANGSA

Didi Yulistio

Abstract


Analisis konteks dan nilai-nilai budaya lagu daerah yang mengangkat potensi lokal perlu terus digali dan dimanfaatkan bagi pembinaan karakter bangsa, salah satunya melalui pembelajaran bahasa Indonesia. Pembinaan ini memerlukan peran aktif dan teladan dari orang tua, pendidik, dan masyarakatnya untuk bersinergi menanamkan nilai-nilai sesuai konteks situasi sehingga berarti bagi kehidupan anak bangsa dalam berperilaku di rumah, sekolah, dan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aspek kontekstual dan nilai budaya lagu daerah Bengkulu bagi pembinaan karakter bangsa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analisis isi. Sumber data dipilih satu lagu daerah versi masyarakat Bengkulu, yakni lagu Bekatak Kurak Karik. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dengan instrumen berupa pedoman pencatatan dokumen dan analisis data secara kualitatif. Hasil penelitian, bahwa dalam lagu daerah Bengkulu terkandung aspek kontekstual dan nilai-nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan, alam, masyarakat, orang lain, dan diri sendiri. Aspek kontekstual yang penting bagi pembinaan karakter bangsa, yakni (1) konteks kultural lagu, meliputi, prinsip penafsiran (personal, lokasional, temporal) dan prinsip analogi, dan (2) konteks situasi lagu meliputi fisik, epistemik, linguistik, dan sosial serta inferensi isi syair lagu. Nilai-nilai budaya yang relevan dengan pembinaan karakter bangsa meliputi nilai (a) ketakwaan dan berserah diri kepada Tuhan, (b) memanfaatan alam dan isinya, (c) keselarasan dengan alam, (d) kepatuhan pada adat, (e) kearifan lokalitas, (f) kebijaksanaan, (g) kesabaran, (h) kesetiaan, (i) kasih sayang, (j) kesopanan, (k) ketabahan, (l) kewaspadaan, dan (m) kejujuran.

Full Text:

PDF

References


Baryadi, Praptomo. 2001. Dasar-Dasar Analisis Wacana dalam Ilmu Bahasa. Yogyakarta: Pustaka Gondho Suli.

Brown, Gillian and George Yule. 1996. Analisis Wacana (Discourse Analysis). Terj. I. Sutikno. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Djamaris, Edwar. 1993. Sastra Daerah di Sumatera: Analisis Tema, Amanat, dan Nilai Budaya. Jakarta: Balai Pustaka.

Halliday, M.A.K and Ruqaiya Hasan. 1992. Bahasa, Konteks dan Teks: Aspek-aspek Bahasa dalam Pandangan Semiotik Sosial. Yogyakarta: Gadjahmada University Press.

Kementerian Pendidikan Nasional. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan.

Lubis, A. Hamid Hasan. 1993. Analisis Wacana Pragmatik. Bandung: Angkasa.

Pradopo, Rachmad Djoko. 1999. Pengkajian Puisi Analisis Strata Norma dan Analisis Struktural dan Semiotik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Soeseno, Kartomihardjo. 1993. “Analisis Wacana Dengan Penerapannya Pada Beberapa Wacana” dalam Purwo, Bambang Kaswanti (Peny). PELLBA 6. Jakarta: Diterbitkan Kerjasama Unika Atma Jaya & Kanisius.

Sumarlam (Ed). 2003. Teori dan Praktik Analisis Wacana. Surakarta: Pustaka Cakra.

Wijana, I Dewa Putu. 2001. “Wacana ‘Sungguh-Sungguh Terjadi’ Sebagai salah satu Bentuk Wacana Rekreatif”. Dalam Linguistik Indonesia: Jurnal Ilmiah MLI, Tahun 19, Nomor 2, Agustus 2001. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Yahya, H.A. Razie. 1993. Kaset Lagu Bekatak Kurak Kariak. Jakarta: Diedarkan oleh.

Yulistio, Didi. 2016. “Kajian Nilai-Nilai Budaya dalam Dongeng: Model Pemanfaatan nilai Dongeng ‘si Kelingking’ bagi Pembinaan Karakter Anak Bangsa.” Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Bahasa dan Seni, Halama ,7–17. Jambi: JPBS FKIP Universitas Jambi, 5 Agustus.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.