Membangun Karakter Sesuai Ajaran Tuhan

Ahmad Fatoni

Abstract


ADA yang beranggapan bahwa keberhasilan proses pendidikan ditentukan oleh seberapa jenius otak setiap anak didik. Semakin ia jenius maka semakin dianggap sukses. Semakin ia meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah ia.Padahal, tak jarang anak didik yang sukses di masyarakat justru tidak mendapat prestasi gemilang di sekolahnya. Sebab kesuksesan tidak melulu terkait kecerdasan otak saja. Akan tetapi, kesuksesan ternyata lebih ditentukan oleh kecakapan membangun hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (Tuhan, diri sendiri, dan sosial) tersebut merupakan ciri-ciri karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Setiap hasil hubungan itu akan memberikan penyadaran tentang pentingnya pendidikan karakter sejak dini yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak didik.Sebagaimana diungkap buku Pendidikan Karakter Ajaran Tuhan ini, pembentukan karakter harus melibatkan aspek iman, ibadah, dan akhlak, yang kini dikenal dengan pendidikan agama (hlm.41). Agama (Islam) sendiri isinya adalah cara hidup. Maka pendidikan agama adalah pendidikan yang menyeluruh tentang kehidupan. Inilah esensi sesungguhnya dari pendidikan karakter yang notabene bermuara dari ajaran Tuhan.Mengutip QS. Al-Baqarah: 38, Ahmad Tafsir menyimpulkan, tujuan pendidikan Islam sebetulnya amatlah sederhana, yaitu agar manusia mengetahui cara hidup dan hidup dalam cara itu. Dalam konteks pendidikan anak, teori pertama dalam pendidikan agama adalah bagaimana anak didik beriman kepada Allah, kendati pun anak itu belum mampu memikirkannya. Berbeda dengan konsep pendidikan Barat yang lebih memprioritaskan perkembangan pemikiran peserta didik.Berdasarkan ujaran Luqman kepada anaknya yang terekam dalam QS. Luqman: 14-19, penulis lalu secara rinci mengulas 6 prinsip pendidikan Islam; ajakan untuk beriman, penghormatan kepada orangtua, shalat, amar ma’ruf nahi munkar, sabar, dan tidak sombong. Sampai di sini belum ada pendidikan akal agar berfikir kritis, menganalisis, dan sebangsanya. Pendidikan Islam lebih mendahulukan 6 prinsip di atas sebagai fondasi keterampilan apapun.

Keywords


Membangun Karakter Sesuai Ajaran Tuhan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.