Senjakala Kepakaran

Sugeng Winarno

Abstract


 Inilah era dimana kepakaran telah sirna. Ilmu pengetahuan dan teknologi tak lagi didominasi oleh pakar. Para pakar yang dulu menjadi rujukan banyak orang karena ilmu dan keahliannya, kini tinggal kenangan. Siapa saja sekarang bisa jadi pakar. Segala rupa ilmu pengetahuan telah tersaji di internet. Melalui Google, atau search engine (mesin pencari) yang lain, semua orang bisa mencari apa saja. Inilah senjakala kepakaran, karena sang pakar telah tergantikan oleh teknologi internet yang super canggih.    Tom Nichols, profesor di US Naval War College, dalam bukunya “The Death of Expertise” atau “Matinya Kepakaran” mengatakan bahwa matinya kepakaran menjadi sebuah keniscayaan.Perkembangan teknologi, terutama smartphone dan media sosial telah membuat setiap orang bisa menjadi atau merasa dirinya pakar. Internet juga jadi sumber sekaligus sarana tersebarnya informasi bohong.    Marshall Mc Luhan pernah mengungkapkan bahwa lahirnya media baru (new media) berwujud internet akan merubah cara orang berkomunikasi. Tidak hanya itu, melalui internet cara orang berbisnis, menjual dan membeli barang dan jasa, bahkan mencari ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui internet pula orang bisa menjalankan aksi kejahatan dengan menipu, menjadi hacker, pembobol bank, hingga jadi produsen dan penyebar berita bohong (hoax).Obesitas Informasi

Keywords


Senjakala Kepakaran

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: https://www.malang-post.com/netizen/opini/senjakala-kepakaran