Merawat Bumi dengan Kolaborasi

Rachmad Kristiono Dwi Susilo

Abstract


Hari ini kondisi bumi kian rusak. Fenomena  berikut  membuktikan hal itu. Sembilan dari 10 penduduk bumi menghirup udara kotor karena 97 persen kota di negara berpenghasilan rendah memiliki kualitas udara rendah. Hutan di Sumatera tinggal 24 persen sedangkan hutan di Kalimantan tinggal 53,9 persen. Sementara itu, di Indonesia 1,1 juta hektare atau 2 persen hutan menyusut. Kondisi spesies juga terancam. Harimau Sumatera tinggal 317 ekor dan Gajah Sumatera kurang dari 1.000.000.  Sedangkan sampah yang dihasilkan per hari masih sebesar 26.000 ton.Krisis lingkungan di atas menambah krisis-krisis yang sudah ada, seperti tidak terpeliharanya daerah resapan air, hancurnya struktur tata ruang kota, kian menipisnya cadangan sumber daya alam, tidak bisa dimanfaatkannya sumber daya alam yang tidak terbaharukan (unrenewable resources),  perubahan iklim dan bencana lingkungan yang menjadi ancaman di depan mata.Bumi telah rusak  dan kita tidak boleh mendiamkan. Merawat bumi untuk memulihkan kembali pada kondisi semula harus menjadi komitmen semua penduduk bumi, sekalipun semua pihak sudah “mengklaim” melakukan upaya-upaya penyelamatan bumi, tetapi kenyataannya bumi ini.Memang tidak mudah melakukan ini karena perusakan bumi dilakukan bersama-sama, sementara itu kita gagal memahami “hukum alam” ini. Ingat kerusakan bumi di lakukan oleh kelas sosial dan golongan masyarakat. Para perusak bumi berkonspirasi, membentuk rantai relasi tidak terputus dengan kepentingan saling menyandera.Benar kata hukum ekosistem. Satu pihak bergantung dengan pihak lain. Perilaku satu spesies akan berakibat pada spesies lain,  rusak tidaknya bumi ditentukan perilaku kolektif ini. Pemanasan global misalnya, tidak hanya disebabkan negara berkembang yang gagal memelihara hutan mereka, tetapi juga kegagalan negara maju dalam mengendalikan industri mereka. Tidak terpeliharanya hutan juga karena nafsu pebisnis hutan yang disahkan regulasi pejabat pemerintah dan masyarakat miskin yang “terpaksa” menjarah hutan. Uniknya, bencana sebagai buah “kerjasama” ini akan dinikmati  semua penghuni bumi.

Keywords


Merawat Bumi dengan Kolaborasi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: https://www.malang-post.com/netizen/opini/merawat-bumi-dengan-kolaborasi