Geliat Vanuatu dan Respon Indonesia

M. Syaprin Zahidi

Abstract


Pada tanggal 25 Januari 2019 lalu. Ada suatu kejadian yang cukup mengejutkan kita karena pada pertemuan khusus antara Vanuatu dengan Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (KTHAM PBB) di Jenewa, Swiss yang membahas tentang UPR (Universal Periodic Review), ternyata secara diam-diam dalam delegasinya Vanuatu mengikutsertakan Benny Wenda. Benny Wenda sendiri adalah pemimpin United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) atau Gerakan Pembebasan Papua Barat. Dalam pertemuan tersebut Benny Wenda juga menyerahkan petisi yang ia klaim sudah ditanda tangani oleh 1,8 juta masyarakat di Papua dari total total 2,5 juta masyarakat Papua kepada Komisioner Tinggi HAM PBB Michelle Bachelet. Dalam petisi tersebut disebutkan bahwa masyarakat Papua dibawah kendali pemerintah Indonesia tidak mendapatkan kebebasan dan meminta kepada KTHAM PBB untuk turun tangan menyelesaikan masalah tersebut.Hal ini dalam pandangan penulis menunjukkan untuk kesekian kalinya Vanuatu menunjukkan sikap tidak menghormati kedaulatan Indonesia karena dari kejadian-kejadian terdahulu juga menunjukkan negara ini selalu mencari masalah dengan Indonesia, kalau kita coba menilik sejarah sebelum Indonesia memiliki hubungan diplomatik dengan Vanuatu tepatnya pada tahun 1982, Vanuatu menentang posisi Indonesia dalam masalah Fretilin di Timor-Timur. Pada sidang majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Vanuatu mendukung resolusi Fretilin yang ingin memisahkan diri dari Indonesia bahkan Vanuatu menginisiasi resolusi kemerdekaan Timor-Timur pada konferensi "Nuclear Free and Independent Pacific" pada 20 Juli 1983. Hasilnya sebagaimana yang kita ketahui bersama beberapa tahun setelah resolusi tersebut tepatnya di era pemerintahan Habibie, Indonesia akhirnya memberikan hak referendum kepada masyarakat Timor-Timur untuk tetap menjadi bagian dari Indonesia atau memisahkan diri dari Indonesia. sayangnya akhirnya hasil dari referendum itu masyarakat Timor-Timur memilih membentuk negara sendiri dan memisahkan diri dari Indonesia.

Keywords


Geliat Vanuatu dan Respon Indonesia

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: http://harian.analisadaily.com/opini/news/geliat-vanuatu-dan-respon-indonesia/703726/2019/03/06