Mengawal Kualitas Demokrasi

Ani Sri Rahayu

Abstract


Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Jawa Timur melakukan kompilasi data. Hasil kompilasi itu berbentuk laporan dan outlook, bahwa di tahun 2016 telah menerima sejumlah 345 pengaduan masyarakat. Dari jumlah itu, instansi yang sering menjadi terlapor adalah Pemerintah Kota/Kabupaten dengan jumlah 75 pengaduan, sedangkan substansi pengaduan yang paling sering masuk adalah Pertanahan dengan 80 pengaduan. Pengaduan masyarakat yang masuk ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jawa Timur tidak lantas seluruhnya menjadi kewenangan, sehingga dari sejumlah pengaduan yang masuk, 58 diantaranya telah diselesaikan. Dari jumlah yang telah diselesaikan itu, Pejabat atau instansi yang tidak bersedia memenuhi permintaan dan atau melaksanakan rekomendasisebanyak 20 laporan, sedangkan Pejabat atau instansi yang tidak bersedia atau lalai melakukan pemeriksaan terhadap pejabat yang dilaporkan serta tidak mengambil tindakan administratif, atau tindakan hukum terhadap pejabat yang terbukti bersalah sejumlah 15 laporan. Hasil kompilasi data itu seolah menampilkan sebuah tragedi tentang terkikisnya komitmen kuat dari masing-masing aktor pemegang kebijakan dalam mendorong perbaikan kualitas layanan publik. Kondisi demikian, memposisikan Ombudsman seolah menjadi “petarung tunggal” dalam mengawal layanan yang sungguh-sungguh untuk kepentingan publik. Urgensitas Orientasi Aktor

Keywords


Mengawal Kualitas Demokrasi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: http://harianbhirawa.com/memperbaiki-kualitas-layanan-memenangkan-publik/