Menyoal Komunikasi Politik Pejabat Publik

Nurudin .

Abstract


Kali ini, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkomin­fo) sedang kena apes. Pernyataan yang sebe­narnya dikatakan untuk kalangan intern Kominfo akhirnya bocor keluar. Bukan persoalan bocornya tetapi ada satu pernyataan yang kemudian menjadi viral di media sosial. Per­nyataan itu menyangkut pilihan kata “Yang Gaji Kamu Siapa”.Tanggapan pun beragam. Atas dasar itu, Menkominfo men­jelaskan duduk persoalan melalui akun @rudiantara_id (1/2). Masalahnya, apakah Kominfo sedang bergurau atau tidak, menyindir atau tidak, berkepentingan dalam politik atau tidak pernyataan tersebut sudah keluar ke masyarakat dan kemudian menjadi viral. Persoalan tidak lagi fokus pada substan­si latar balakang per­nyataan, tetapi dampak yang ditimbul­kan. Masyarakat kemudian mengem­bangkan sesuai dengan kepentingannya.Hal ini sama dengan kasus-kasus lain yang selama ini pernah muncul. Ada pihak yang kebakaran jenggot pada se­buah pernyataan yang kemu­dian “diplintir”, juga ada yang me­man­faatkannya, khususnya mereka yang memang ber­kepenting­an pada Pemilihan Presiden (Pilpres). Publik seolah menunggu pernyataan-per­nya­taan publik figur untuk kemu­dian dijadikan komoditas politik.

Keywords


Menyoal Komunikasi Politik Pejabat Publik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: http://harian.analisadaily.com/opini/news/menyoal-komunikasi-politik-pejabat-publik/692923/2019/02/13