Kanker Politik itu Bernama Stigma

Nurudin .

Abstract


Berbagai label, kata, tuduhan dan istilah lain mendadak muncul menjelang Pemilihan Umum (Pemilu). Sebut saja misalnya; “PKI”, “antek Orba”, “bumi datar”, “fundamentalis”, “radikal”, “akal sehat”, “dungu” melengkapi istilah cebong dan kampret yang sudah sangat populer. Berbagai istilah di atas menyeruak di tenga-tengah persiapan bangsa menyongsong “pesta demokrasi”. Berbagai cara terus dilakukan untuk saling merebut kekuasaan politik. Mereka saling tuduh untuk menunjukkan bahwa dirinyalah yang aslinya tertuduh itu. Mereka yang dituduh anti demokrasi misalnya, jangan-jangan dia sendiri yang anti demokrasi. Tidak ada sumber yang benar jika kita sendiri tidak hati-hati. Masyakarat cenderung hanya memercayai informasi dari sumber yang menurut dirinya sesuai. Anehnya, kepercayaan dari hanya sumber yang belum tentu benar itu diyakini kebenarannya kemudian dipakai untuk menuduh pihak lain yang berseberangan.

Keywords


Kanker Politik itu Bernama Stigma

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: http://harianbhirawa.com/kanker-politik-itu-bernama-stigma/