Hikmah di Balik Musibah

Sholahuddin Al Fatih

Abstract


Indonesia berduka, serangkaian bencana dan kabar duka menyelimuti bumi nusantara. Mulai dari gempa di Lombok, gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, hukuman pancung untuk TKW Indonesia di Arab Saudi hingga jatuhnya pesawat Lion Air JT610 di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat beberapa hari yang lalu. Bencana seolah hadir di darat, laut dan udara, tak kunjung henti menghampiri negeri ini.Opini pro dan kontra mengiringi setiap bencana dan musibah tersebut. Para pakar cocoklogi kemudian seringkali menghubungkan bencana dan musibah tersebut dengan hal-hal yang bahkan di laur nalar dan akal sehat manusia. Hoax-pun bertebaran, memanfaatkan kepanikan dan viralitas topik di media. Modusnya beragam, mulai dari untuk meningkatkan traffic kunjungan di sebuah website hingga mengejar popularitas semu.Terlepas dari kondisi tersebut, perlu kiranya kita bisa menarik benang merah dan pembelajaran dibalik adanya sebuah musibah. Beberapa hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari musibah, diantaranya, pertama, instrospeksi diri. Muhasabah. Suatu ketika di daerah kekuasaan Khalifah Umar, terjadi gempa. Khalifah Umar tersentak. Lalu spontan meletakkan kedua tangannya ke tanah sambil berujar kurang lebih demikian, “wahai bumi, dosa apa yang telah kami lakukan hingga engkau bergetar?” dalam konteks kekinian, kita bisa mengambil hikmah bahwa bencana atau musibah itu, sedikit banyak juga diakibatkan oleh sikap kita.

Keywords


Hikmah di Balik Musibah

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: https://www.malang-post.com/netizen/opini/hikmah-di-balik-musibah