Informasi Bencana yang Akurat, Relevan dan Etis

Frida Kusumatuti

Abstract


Hanya beberapa detik sejak gempa Donggala yang disusul tsunami melanda Palu-Sulawesi Tengah (28/9), para netizen sudah mendapatkan video peristiwa tersebut di media sosial. Baik itu melalui pesan-pesan di grup, maupun secara terbuka seperti di halaman facebook. Twitter, Instagram, dan sebagainya. Pesan satu segera dilihat, lalu di share dan terus di share secara real time dengan berbagai komentar dan respon sehingga semakin bergulir begitu liarnya. Tidak berhenti pada satu dua jam. Bahkan ketika BMG sudah memberi pernyataan gempa berhenti dan tsunami berakhir, video itu masih meluncur di berbagai ruang media. Seolah baru terjadi, dan akan terus seperti itu keadaannya.“Tsunami terjadi saat terjadi gempa, waktu tempuh (tsunami) hanya beberapa KM dan waktu tiba kurang dari 30 menit, artinya lebih dari itu tsunami sudah sampai. Itu (tsunami) sudah terjadi menghantam di Kota Palu, dan air sudah kembali ke laut, artinya masyarakat bisa kembali ke rumah-rumah lagi karena tsunami sudah enggak terjadi,” demikian penjelasan Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono ke beberapa media massa.Sepintas mungkin orang akan mengira bahwa itu informasi hanyalah sekedar pemberitahuan semata. Dan hanya sekedar memohon perhatian untuk bisa menyatakan simpati. Namun, sebenarnya informasi bencana membawa konsekwensi yang lebih dari sekedar pengetahuan atau efek kognisi. Dia membawa pesan yang lebih luas tentang kemanusiaan, hak asasi, keamanan, dan penanganan bencana. Bahkan dalam situasi politik Indonesia saat ini menjelang pemilu, pesan-pesan yang beredar bisa menjadi komoditas marketing politik.Pesan yang Akurat, Relevan, dan Etis

Keywords


Informasi Bencana yang Akurat, Relevan dan Etis

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: http://harianbhirawa.com/2018/10/informasi-bencana-yang-akurat-relevan-dan-etis/