Daya Destruktif Foto Hoax Dalam Sebuah Tragedi

Radityo Widiatmojo

Abstract


Teruntuk keluarga korban kecelakaan pesawat terbang Lion JT610 kemarin, saya turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya.Apapun jenis tragedi di negeri tercinta ini, masyarakat akan selalu dibanjiri oleh sajian-sajian foto tentang tragedi tersebut. Tidak peduli hoax ataupun bukan, akan selalu ada orang yang membagikan foto baik melalui media sosial atau aplikasi percakapan.Jika fenomena ini dilihat dari perspektif lintas budaya, Martin dan Nakayama mengkategorikan Indonesia sebagai negara yang bersifat kolektifis, yaitu adanya kolektifitas, kebersamaan, suka berbagi serta memiliki rasa empatik dalam berbagai aspek kehidupan. Tanpa disadari, kolektifitas inilah membuat masyarakat di era digital suka berbagi berbagai hal dalam sosial media atau group wa, termasuk berbagi foto-foto hoax, tanpa memandang tingkat intelektualitas seseorang.Anda mungkin sempat melihat foto yang disebar via grup Whatsapp, foto yang menggambarkan situasi menegangkan pada saat turbulensi di dalam pesawat. Foto tersebut di kirim sesaat setelah muncul berita kejadian Lion JT610, dinarasikan sebagai momentum menegangkan tragedi Lion JT610. Penulis melihat foto tersebut melalui beberapa grup Whatsapp. Respon dari foto tersebut beragam, ada anggota grup yang meyakini kebenarannya. Semakin dibahas, semakin dikuatkan oleh sang penyebar foto dengan kata mujarab “KATANYA group sebelah” sebagai dalil kebenaran. Sisa dari group speechless.

Keywords


Daya Destruktif Foto Hoax Dalam Sebuah Tragedi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


License URL: https://www.malang-post.com/netizen/opini/daya-destruktif-foto-hoax-dalam-sebuah-tragedi