Silaturahmi Politik dan Komunikasi Sambung Nalar

Nurudin .

Abstract


Geliat menyambut Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak sudah bergaung, bahkan konsolidasi menyongsong Pemilihan Presiden (Pilpres) antar komponen pun terus dilakukan. Pertemuan-pertemuan untuk merumuskan langkah ke depan inilah yang saat ini dilakukan oleh para petinggi politik. Maka, tawar menawar politik dengan janji-janji kesepakatan politik pun tentu tidak akan bisa hilang begitu saja dari dinamika tersebut.Beberapa waktu lalu, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pimpinan Grace Natalie dan Partai Persatuan Indonesia (Perindo) pimpinan Harry Tanoe Soedibyo bertemu dengan presiden Joko Widodo (Jokowi). Spekulasi pun bermunculan dari yang mendukung silaturahmi politik itu, sampai ada yang sinis mengapa itu dilakukan di “istana”. Satu yang pasti, bahwa Jokowi sudah secara resmi dicalonkan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golkar, Hanura, Nasdem, PPP, kemudian menyusul PSI dan Perindo. Silaturahmi akan terus dilakukan untuk mencapai target politik yang diinginkan, oleh siapapun dan lembaga mana pun yang terlibat dalam proses politik. Tentu saja langkah PSI dan Perindo yang mendukung pencalonan Jokowi menimbulkan riak, geliat sampai kasak-kusuk mereka yang selama ini berseberangan dengan Jokowi. Berbagai langkah pun dilakukan apa yang harus dilakukan menyongsong Pilpres. Ibarat main kartu, Jokowi sudah menjatuhkan kartu domino, tinggal menunggu jenis kartu musuh apa yang akan dijatuhkan.

Keywords


Silaturahmi Politik dan Komunikasi Sambung Nalar

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.