Literasi Politik Citra Diri

Sugeng Winarno

Abstract


Gunawan Muhammad (2008) pernah mengatakan bahwa kehidupan politik telah berubah menjadi lapak dan gerai, kios dan show room. Sebuah masa yang menempatkan hasil jajak pendapat umum jadi ukuran yang lebih penting ketimbang kebenaran. Penampilan yang atraktif lebih efektif daripada gagasan sosial yang menggugah. Inilah era politik yang menuntut semua kontestan mengelola citra, menampilkan kesan baik di mata masyarakat.            Dunia politik layaknya panggung hiburan. Keduanya menuntut konvergensi. Keduanya sama-sama perlu popularitas, prestise, dan cara-cara strategis guna menjaga citra diri. Pada situasi seperti ini, sering perilaku politik kehilangan substansinya. Para kandidat yang sedang berlaga dalam kontestasi Pilkada, Pileg, atau Pilpres sering terjebak dalam laku politik citra diri. Bukan esensi dan substansi yang dijunjung, namun hanya sebatas pencitraan.

Keywords


Literasi Politik Citra Diri

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.