Menikmati Harmoni Beragama di level akar Rumput

Syamsul Arifin

Abstract


Salah Satu "Ritual Harian" pada setiap jelanmg subuh, saya menunggu kumandang azan. jika bukan Pak Lek yang mengumandangkanya, terkadang Mbah Ri yang melakukannya. Jika lama menunggu suara dari salah satumuazin itu, ternyata tidak terdengar, saya memutuskan sholat subuh dengan istri saya di rumah, di ruan perpustakaan yang juga di gunakan sebagai tempat sholat, bukan di musolah yang berjarak sekitar hanya 25 langkah kaki dari rumah saya, muasal kumandang azan pak Lek maupun Mbah Ri

Keywords


Menikmati Harmoni Beragama di level akar Rumput

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.