Pilkada, Kekerasan dan Litersai Politik

Hutri Agustino

Abstract


Kehampaan Makna, Pemeilihan kepalah daerah secara langsung(Pilkada) akan kembali degelar secara serentak pada tanggal 27 juni 2018 di 171 daerah yang tersebar pada 17 propinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. Sebagaiman pada beberapa periode sebelumnya Pilkada di tahuan politik jelang Pilpres ini juga terasa hampa (nothing) tidak ada hal istimewa yang secara politik di nantikan masyarakat pemilih (konstituen). Fenomena tersebut menjadi keniscayaan kareana publik masih disajikan dengan deretan 'barang' lama, baik itu diartikan sebagai hegemoni parpol senior tanpa praksis ideologi, sejumlah nama politisi 'kutu loncat' tanpa prestasi maupun rilis visi misi usang yang terus diulang-ulang. Apalagijika dikaitkan dengan rentetan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK terhadap sejumlah keplah daerah sampai jelang msa kampanye Pilkada. Tentu, hal tersebut menjadi justifikasi empiris rendahnya kualitas peradapan politik bangsa kita saat ini.

Keywords


Pilkada, Kekerasan dan Litersai Politik

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.