Memahami Hakikat Masa Muda

Ahmad Fatoni

Abstract


DALAM QS. Ar-Ruum: 54 Allah SWT menceritakan tahapan fase kehidupan manusia. Bermula dari tanah, berpindah ke fase nuthfah, beralih ke fase ‘alaqah (segumpal darah), lalu ke fase mudhgah (segumpal daging), kemudian berubah menjadi tulang yang dibalut daging. Setelah itu ruh ditiupkan, hingga ia keluar dari perut ibunya dalam keadaan lemah, kecil, dan tak berdaya. Ibnu Katsir menulis dalam Tafsirnya, “Ia keluar dari rahim ibunya dalam kondisi lemah, kurus, dan tiada berdaya. Lambat laun ia tumbuh menjadi seorang anak, lalu mencapai usia baligh, dan selanjutnya menjelma seorang pemuda, memiliki kekuatan setelah kelemahan. Tak lama ia mulai menua, merambah usia paruh baya, lantas sering kali uzur, mengalami kelemahan setelah kekuatan. Kemudian ia semakin kehilangan ketetapan hati, tenaga untuk bergerak, kemampuan berperang, dan rambutnya terlihat kelabu, sifat-sifat zahir maupun batinnya tampak berubah.” (Tafsir al-Qur’an al-Azhim, Jilid 6, hal. 388-389).Setiap muslim kiranya perlu memahami fase-fase kehidupannya dan mengambil perhatian atas diri sendiri dan orang lain agar tidak melanggar adab-adabnya. Di antara adab terkait fase perjalanan usia adalah mereka yang berada di fase kuat harus bertindak sesuai kapasitasnya dan menggunakannya dengan penuh tanggung jawab. Bagaimanapun, orang-orang yang berada di puncak kekuatan, maka ia senyatanya melindungi orang-orang yang berada di fase usia yang lain. Rasulullah SAW pernah menyatakan, “Siapa yang tidak menyayangi anak-anak kami dan tidak mengakui hak-hak orang tua kami, maka ia tidak termasuk golongan kami.” (HR. Al-Bukhari dalam Adab al-Mufrad dari Abu Hurairah).

Keywords


Memahami Hakikat Masa Muda

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.