Pendidikan Karakter dan Keteladanan

Ahmad Fatoni

Abstract


ADA yang beranggapan bahwa keberhasilan proses pendidikan ditentukan oleh seberapa jenius otak setiap anak didik. Semakin ia jenius maka semakin dianggap sukses. Semakin ia meraih predikat juara kelas berturut-turut, maka semakin sukseslah ia.Padahal, banyak anak didik yang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang di sekolahnya. Sebab kesuksesan tidak melulu terkait kecerdasan otak saja. Akan tetapi, kesuksesan ternyata lebih ditentukan oleh kecakapan membangun hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, orang lain dan lingkungan.Kecakapan membangun hubungan dengan tiga pilar (Tuhan, diri sendiri, dan sosial) tersebut merupakan ciri-ciri karakter yang dimiliki orang-orang sukses. Setiap hasil hubungan itu akan memberikan penyadaran tentang pentingnya pendidikan karakter sejak dini yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak didik.Jamak dimaklumi, pembentukan karakter harus melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Dalam konteks ini, guru hendaknya memiliki komitmen bagaimana mengajarkan dan menerapkan pendidikan karakter di sekolah, mulai dari teori, konsep, model, praktek, dan implementasi.

Keywords


Pendidikan Karakter dan Keteladanan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.