Om Telolet Om

Sugeng Winarno

Abstract


Bagi masyarakat kecil, bahagia itu sederhana. Mendengar sopir bus antar kota membunyikan klakson telolet saja kebahagiaan bisa tercipta. Itu yang dialami anak-anak dan masyarakat di pinggir jalan pantai utara (Pantura) Jawa ketika ada bus yang melintas. Mereka mengacungkan jempol dan berteriak dengan membawa tulisan “Om Telolet Om” ketika ada bus antar kota yang lewat. Mereka senang dan bahagia ketika sang sopir bus menuruti permintaannya.Sekelompok anak-anak pemburu suara klakson tersebut merekam aksinya dan mengunggahnya di media sosial (medsos). Sekarang di laman youtube, facebook, twitter dan media pertemanan yang lain dengan mudah ditemukan video yang berisi suara klakson. Aksi ini semula berawal dari daerah Pantura dan kini merambah Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga beberapa kawasan di ibukota. Ini memang fenomena unik, cara berburu kegembiraan yang sederhana.Kini kebahagiaan yang diraih sekelompok masyarakat di pinggiran Pantura itu menjalar ke belahan dunia lain. Om Telolet Om kini menjadi wabah yang mendunia. Frase Om Telolet Om menyebar lewat medsos hingga menjadi pembicaraan populer (trending topic). Para musisi, selebritis, dan pemain bola dunia ikut menyebar virus Om Telolet Om ini. Virus ini telah menyebar cepat melebihi virus Zika. Kata Om Telolet Om menjadi tren para pengguna medsos di mana-mana.

Keywords


Om Telolet Om

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.