Meneladani Ketaatan Nabi Ibrahim

Ahmad Fatoni

Abstract


Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah suri tauladan abadi.Ketaatannya kepada tata aturan ilahiah selalu menjadi contoh hidup sepanjang masa.Ketika Allah SWT berfirman kepadanya, “tunduk patuhlah!” maka ia tidak pernah menundanya walau sesaat, tidak terbetik rasa keraguan sedikit pun, apalagi mengingkarinya. Ia menerima perintah itu dengan seketika dan penuh ikhlas.Dalam sejarah disebutkan bahwa Nabi Ibrahim sampai usia lanjut belum dikaruniai anak. Lalu ia memohon kepada Allah agar dianugerahi keturunan kendati secara lahiriyah tampak tidak memungkinkan. Namun Allah memenuhi permohonannya, maka lahirlah seorang anak yang tentu sangat membahagiakannya.Tatkala sang anak yang ditunggu-tunggu puluhan tahun itu lahir dan tumbuh menggemaskan, tiba-tiba Allah memintanya kembali. Dan cara memintanya kembali itu dengan sesuatu yang mengerikan: disembelih. Akan tetapi, Nabi Ibrahim bukanlah sosok orang biasa. Ia menilai perintah Allah sebagai kewajiban yang tak dapat dielak betapa pun beratnya. Justru ia tunjukkan ketaatan yang luar biasa atas perintah tersebut. Rasa cinta dan sayang terhadap anaknya tidak mampu mengalahkan ketaatannya terhadap perintah Tuhannya.

Keywords


Meneladani Ketaatan Nabi Ibrahim

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.