Pancasila dan Masa Depan Bangsa

Hutri Agustino

Abstract


Pada penghujung bulan September tahun 1965, bangsa Indonesia mengalami tragedi kelam yang hampir meruntuhkan Pancasila sebagai ideologi tunggal. Gerakan 30 September yang lebih populer disebut G 30 S dan diduga kuat (khususnya) oleh rezim Orde Baru (Orba) bentukan Presiden Soeharto telah diboncengi oleh PKI yang kontra-revolusioner (berdasarkan hasil sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (MAHMILUB) tertuang dalam buku berjudul Dari Orde Lama Menudju Orde Baru yang disusun oleh Major CKH. Supolo Prawotohadikusumo, 1967) telah berhasil melumpuhkan apa yang mereka sebut sebagai Dewan Jenderal (gerakan subversif). Dalam film G 30 S produk Orba yang baru saja dipertontonkan kembali diruang publik sejak runtuhnya rezim tersebut, PKI menuduh bahwa Dewan Jenderal telah bersekongkol dengan CIA untuk merencanakan semacam kudeta politik terhadap kekuasaan Presiden Soekarno sebagai Pemimpin Besar Revolusi.Bahwa demi melaksanakan misi besar tersebut, Dewan Jenderal merencanakan unjuk kekuatan (machtsvertoon) pada hari ABRI tanggal 5 Oktober 1965 dengan mendatangkan pasukan militer dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Padahal, rencana tersebut sangat beresiko bagi eksistensi dan keberlangsungan ideologi, gerakan dan organisasi komunis di Indonesia. Karena, Presiden Soekarno telah dengan nyata memberikan justifikasi bahkan legitimasi politik dengan gagasan Nasakom (Nasionalis, Agama dan Komunis), Manipol (Manifesto Politik), Front Nasional, Poros Jakarta-Pnom Penh-Peking-Pyong Yang. Visualisasi film wajib tayang dan wajib tonton di era Orba tersebut selaras dengan lampiran teks pidato Letkol Untung berjudul ‘Selamatkan Presiden Soekarno dan RI’ yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta tanggal 1 Oktober 1965 jam 07.00 WIB, sebagaimana termuat dalam buku berjudul G 30 S PKI: Latarbelakang, Aksi dan Penumpasannya yang di terbitkan secara terbatas oleh Sekretariat Negara.   

Keywords


Pancasila dan Masa Depan Bangsa (Refleksi Hari Kesaktian Pancasila Tanggal 1 Oktober 2017)

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.