Ketika Nikah Siri Go Online

Sugeng Winarno

Abstract


Dunia maya tiba-tiba dikejutkan dengan munculnya situs www.nikahsirri.com. Kemunculan situs ini mengundang reaksi dari banyak kalangan. Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) meradang. Yohana Yembise, Menteri PP-PA mengungkapkan bahwa program lelang keperawanan dan kawin kontra seperti yang difasilitasi situs online ini termasuk bentuk eksploitasi kaum perempuan. Senada dengan Yohana, Menteri Sosial, Khofifah juga meminta agar situs ini ditutup.            Seperti diberitakan banyak media, pada Rabu (20/9) telah di-launching Partai Ponsel. Sebuah website yang menyediakan layanan aplikasi untuk nikah siri dan lelang keperawanan. Dalam tampilan laman depan di situs yang beralamat di www.nikahsirri.com ini tertulis “Potensi penghasilan ratusan juta rupiah bagi mitra kami.” Juga tertulis “Virgin Wanted, No Experience Necessary”. Ada lima layanan dalam situs ini, yakni lelang perawan, mencari istri, mencari suami, mencari penghulu, dan mencari saksi.            Aplikasi ini sepertinya masih dalam tahap pengembangan karena di laman depan tertulis untuk layanan aplikasi baru bisa diunduh lewat Google Playstore pada tanggal 19 Oktober. Saat ini situs ini melayani pendaftaran untuk mitra dan klien. Situs yang mengusung tagline “Mengubah Zinah Menjadi Ibadah” ini kemunculannya memang kontroversial. Kemenag, Kemensos, dan Kementerian PP-PA sangat menyesalkan munculnya situs ini. Ini memang bukan kali pertama, pada tahun 2015 silam juga pernah muncul lebih dari 45 situs nikah siri online yang akhirnya diblokir pemerintah.

Keywords


Ketika Nikah Siri Go Online

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.