Strategi Kuasa Dalam Hoax

Iradhat Taqwa Sihidi

Abstract


Fenomena hoax merupakan atribut dari revolusi teknologi yang memungkinkan manusia dapat secara leluasa membuat dan menyebarluaskan informasi. Dengan jejaring teknologi media sosial yang begitu cepat terkoneksi dengan banyak orang, hoax menjadi virus yang sulit terdeteksi dan terbendung sebab persebaranya begitu masiv. Hoax yang berhasil membentuk arus informasi utama dalam bentuk sosialisasi yang berkesinambungan akan dengan mudah membentuk keyakinan individu dan opini publik pada masyarakat yang haus informasi.  Dalam konteks Indonesia fenomena hoax menjadi penyakit informasi yang begitu menakutkan. Dampak negatifnya begitu terasa sebab menimbulkan segregasi sosial yang begitu mendalam. Banyak hal yang menyebabkan hoax menjadi komoditas salah satunya politik.   Dalam arena politik lazimnya pemenang kontestasi sangat ditentukan oleh kekuatan pengetahuan dan informasi. Focault (1972) menyebut bahwa wacana sangat menentukan kekuasaan. Artinya jika ingin berkuasa maka aktor politik harus mampu menguasai wacana dominan dengan sempurna. Agar efektif wacana tersebut kemudian disebarkan melalui kanal-kanal media populer salah satunya media sosial.Hoax merupakan salah satu upaya membentuk wacana dominan dengan jalan mereproduksi fakta yang tidak akurat, disebarluaskan secara konsisten sehingga dalam skala tertentu dianggap sebagai kebenaran. Tujuanya beragam; membentuk citra positif aktor dimata publik sehingga menaikan bargaining dan elektabilitas dan sekaligus secara sistematis membunuh karakter lawan politiknya. 

Keywords


Strategi Kuasa Dalam Hoax

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.