Mengembalikan Kejayaan Maritim

Najamuddin Khairur Rijal

Abstract


Setiap tanggal 21 Agustus, diperingati sebagai Hari Maritim Nasional. Peringatan hari tersebut, kiranya dapat menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat bangsa Indonesia untuk menjadi negara yang berjaya di sektor maritim. Indonesia memiliki sejarah yang panjang tentang kekuasaan atas laut, namun kemudian terkubur oleh pasir-pasir masa. Adalah Presiden Joko Widodo yang kembali mewacanakan perlunya Indonesia merebut kembali kedaulatan atas laut melalui visi Poros Maritim Dunia.            Saat pelantikannya sebagai presiden pada 20 Oktober 2014, Joko Widodo menegaskan bahwa, “Kita harus bekerja dengan sekeras-kerasnya untuk mengembalikan Indonesia sebagai Negara maritim. Samudra, laut, selat dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk. Kini saatnya kita mengembalikan semuanya sehingga Jalesveva Jayamahe, di Laut justru kita jaya, sebagai semboyan nenek moyang kita di masa lalu, bisa kembali membahana.”            Poros Maritim adalah visi pembangunan nasional ke depan untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia. Dalam pidatonya pada East Asia Summit 2014, Joko Widodo menegaskan lima pilar untuk mewujudkan pembangunan Indonesia sebagai poros maritim. Lima pilar itu, yakni membangun budaya maritim; menjaga dan mengelola sumber daya laut; pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim; memperkuat diplomasi maritim; dan membangun kekuatan pertahanan maritim.

Keywords


Mengembalikan Kejayaan Maritim

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.