Lebaran Generasi Menunduk

SUGENG WINARNO

Abstract


Alhamdulillah, lebaran 1438 Hijriyah ini dirayakan secara bersama pada Minggu (25/6). Kaum muslim merayakan dengan suka cita, salah satunya lewat tradisi mudik lebaran. Bandara, stasiun, terminal, dan pelabuhan dipadati para pemudik yang menuju ke berbagai penjuru. Jalan-jalan jadi super padat bahkan di beberapa wilayah, kemacetan jalan masih terlihat mengular.            Mudik lebaran memang harus dibayar mahal demi silaturahim dan berkumpul bersama keluarga. Angka kecelakaan perjalanan mudik lebaran juga masih belum bisa dinihilkan. Ini memang momentum tahunan yang selalu dinanti. Dinanti bagi mereka yang terpisah jarak dengan sanak saudara. Dinanti oleh mereka yang merantau bekerja ke kota dan kini saatnya menunjukkan kesuksesannya.            Hiruk pikuk selebrasi lebaran tidak saja ramai di dunia nyata. Di dunia maya (daring) suasana lebaran justru semakin terasa. Lalu lintas pesan seputar lebaran di media sosial (medsos) frekuensinya sangat padat, sepadat kendaraan yang melintas di jalur Pantura. Para pemilik gadget yang terkoneksi internet saling bersilaturahim dengan berkirim ucapan permohonan maaf.

Keywords


Lebaran Generasi Menunduk

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.