Menjadi Hamba yang Bersabar dan Bersyukur

Ahmad Fatoni

Abstract


 KEHIDUPAN ini tidak terlepas dari cobaan dan ujian. Tak seorang pun yang terlahir ke dunia tanpa mengalami ujian sedikit pun. Allah menguji orang kaya dengan kekayaannya, apakah ia bersyukur atau malah kufur. Allah juga akan menguji orang miskin dengan kemiskinannya, apakah ia bersabar atau malah menempuh cara-cara yang diharamkan demi terbebas dari kemiskinan.Segala puji bagi Allah yang telah mengutus Rasul-Nya dari kalangan manusia, agar kita sesama manusia bisa mencontoh rekam jejak perjalanan Nabi Muhammad SAW. Siapa di antara kita yang mengalami kemiskinan? Beliau pun pernah merasakan kemiskinan. Istri beliau, Aisyah radhiallahu ‘anha menuturkan “Dapur Rasulullah pernah tidak menyala (apinya) tiga hari berturut-turut.” Siapa di antara kita yang menikmati kekayaan? Beliau pun seseorang yang merasakan kekayaan, “Beliau berikan seluruh domba beliau yang banyaknya memenuhi antara dua bukit kepada seseorang, agar orang tersebut dan kaumnya menerima hidayah Islam.”Siapa yang bersedih mencela takdir karena kehilangan anggota keluarganya? Beliau kehilangan seorang ayah ketika di dalam kandungan ibunya, ditinggal wafat ibunya ketika beliau berusia 6 tahun, kemudian kakek dan pamannya pun wafat meninggalkan Muhammad kecil. Beliau juga ditinggal wafat dua orang istri beliau di masa hidupnya, beliau menyaksikan anak-anaknya wafat terlebih dahulu meninggalkan beliau, namun beliau adalah hamba Allah yang bersabar.

Keywords


Menjadi Hamba yang Bersabar dan Bersyukur

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.