Makan Gratis Para Biksu

Pradana Boy ZTF

Abstract


Usai kunjungan di Batu Caves, jam makan siang telah tiba. Maka rombongan kembali ke bis untuk menuju sebuah restoran India. Restoran ini dipilih karena menu vegetarian yang menjadi andalannya. Tentu saja pilihan ini sangat tepat karena kami adalah komunitas yang terdiri dari berbagai agama dengan keyakinan dan aturannya masing-masing tentang makanan. Karena itu, jalan yang paling netral adalah memilih makanan yang bisa diterima semua agama, yaitu makanan vegetarian. Terus terang, saya kurang bisa menikmati makanan ini. Tetapi karena hanya itu yang tersedia, ya saya nikmati saja apa yang ada.Sewaktu makan, duduk di sebelah kiri saya Ashin Varabudhi, seorang biksu Budhis dari Myanmar, di sebelah kanan saya adalah Mohammed Fadhl, seorang dosen dari Universitas al-Azhar, Kairo. Di depan saya, seorang pendidik Muslimah dari Filipina bernama Nor Asiah Adilao, di sebelahnya adalah Swaty Cakraborty, seorang dosen dari India. Ada juga Alissa Qatrunnada Wahid dari Jaringan Gusdurian Indonesia, dan di sebelah yang lain adalah dosen dari sebuah universitas di Kanada yang bernama Adriana Bara. Sementara anggota rombongan lain duduk di meja terpisah. Karena hampir semua tidak mengenal makanan yang tersedia, maka kami mengambil semua jenis makanan yang tersedia di meja prasmanan. Swaty, peserta dari India, seringkali dengan agresif menjelaskan setiap jenis makanan yang kami santap. Kami manggut-manggut. Belum tentu itu tanda faham.Menjelang makan siang selesai, Sherin Khalil, seorang panitia dari KAICIID, mendekati meja kami. Ia meminta perhatian kami sejenak, karena akan menanyakan tentang minuman apa yang tadi dipesan oleh Biksu Ashin Varabudhi dari Myanmar yang duduk di sebelah saya. Kami semua memperhatikan, tetapi sekaligus terheran-heran, kenapa hanya Biksu Varabudhi yang ditanya tentang minuman. Namun sebelum kami bertanya, Sherin menjelaskan bahwa ia perlu bertanya tentang makanan dan minuman yang dipesan oleh para biksu di rombongan kami, karena restoran milik seorang penganut Hinduisme dari India, dan mereka memiliki aturan main bahwa setiap biksu baik dari tradisi Hinduisme maupun Budhisme, harus digratiskan.

Keywords


Makan Gratis Para Biksu

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.