Kepakaran di Era Media Sosial

Pradana Boy ZTF

Abstract


DALAM sebuah perjalanan di Amerika Serikat baru-baru ini, saya singgah di bandar udara Los Angeles, California. Secara tidak sengaja, saya menemukan sebuah buku berjudul The Death of Expertise: The Campaign against Established Knowledge and Why It Matters (Kematian Kepakaran: Kampanye Melawan Pengetahuan yang Mapan dan Mengapa Itu Menjadi Masalah) karya Tom Nichols (2017). Terpaku pada judulnya, segera saya membeli dan melahapnya. Hal yang membuat saya terpaku adalah buku ini ternyata menggelorakan keresahan yang sama dengan apa yang tengah dialami oleh masyarakat Indonesia saat ini. Semula saya menduga, gelombang literasi instan melalui media sosial yang belakangan ini mendominasi hampir semua wacana dalam kehidupan, hanya terjadi di Indonesia. Rupanya tidak. Buku Tom Nichols ini setidaknya menjadi bukti bahwa rupanya gejala itu terjadi secara global di seluruh dunia, khususnya di Amerika Serikat. Nichols membuka bukunya dengan memaparkan apa yang sedang terjadi di Amerika Serikat menyangkut informasi dan pengetahuan. Menurutnya, hidup di era informasi seperti sekarang ini justru banyak melahirkan apa yang ia sebut sebagai ignorance atau kedunguan di kalangan publik di Amerika. Nichols (2017: ix-x) menulis, “... Amerika Serikat sekarang ini adalah sebuah negara yang terobsesi dengan kedunguan (ignorance)-nya sendiri... Masalahnya, bukan pada kenyataan bahwa orang tidak memahami geografi... Masalah yang lebih besar adalah kita bangga karena tidak mengetahui banyak hal.” 

Keywords


Kepakaran di Era Media Sosial

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.