Seleksi Hakim Konstitusi

Sulardi .

Abstract


 “Keledai tidak akan terperosok dalam lubang yang sama” merupakan peribahasa yang pada umumnya masyarakat sudah tahu apa maknanya, bahwa keledai binatang yang  dianggap bodoh diantara binatang yang lain saja, tidak mungkin terperosok ke dalam lubang yang sama. Tentunya hal yang tidak mungkin juga bila hal tersebut terjadi pada binatang lain yang dianggap lebih pintar dibanding keledai. Tetapi ini Hakim Mahkamah Konstitusi (MK),  yang terperosok ke dalam lubang yang sama, yaitu lubang korupsi. Ironis jadinya.Pada  tahun 2013,  empat tahun yang lalu dunia penegakan hukum negara ini  terasa roboh terkena badai, sesaat setelah  tertangkapnya ketua MK waktu itu Akil Muchtar dikarenakan melakukan tindak kejahatan korupsi. Pada waktu itu, MK kehilangan kepercayaan sebagai sebuah lembaga peradilan, kepercayaan yang dibangun oleh MK generasi sebelumnya hancur berkeping-keping. Kemudian, perlahan lahan, MK membangun lagi kepercayaan masyarakat yang sebelumnya telah terbangun secara kokoh. Belum juga kepercayaan masyarakat kepada MK itu pulih. Kembali salah satu hakimnya, yakni Patrialis Akbar, terperosok pada lubang yang sama, yakni korupsi. Menyedihkan, sekaligus mengkuatirkan situasi MK saat ini.

Keywords


Seleksi Hakim Konstitusi

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.