Membenahi Transportasi Kota Malang

Sulardi .

Abstract


Awal bulan Maret 2017, transportasi publik di kota Malang sedikit terguncang dengan adanya aksi penolakan terhadap layanan transportasi publik berbasis aplikasi. Penolakan itu diiukuti dengan tidak adanya layanan publik baik angkutan kota maupun taksi. Akibatnya tidak sedikit masyarakat yang dirugikan karenanya. Untung saja aparat kepolisian kota Malang segera sigap dengan menyediakan layanan gratis angkutan dengan kendaraan dinas, dan masyarakat Malang tanggap dengan berpartisipasi melalui “angkutan relawan” baik roda 2 maupun roda 4.Sesunggunya, dibanding dengan kota kota lain ( setara dengan Malang misalnya; Jogyakarta, Semarang, Solo, ataupun Surabaya)  transportasi publik di Kota Malang itu ketinggalan. Di Jogyakarta yang sama sama sebagai penyandang kota pendidikan (kota pelajar), transportasi publik banyak ragamnya, taksi, angkutan kota,  minibus, bis kota, bahkan ada Trnas Jogya yang murah dan tak ketinggalan  transportasi berbasis aplikasi, baik roda 2 maupun roda 4. Trans Jogya merupakan transportasi baik dan murah. Pengguna hanya dipungut sekali ( Rp.3500 ) walau pun harus  berganti ganti kendaraan, asal tidak keluar dari halte bis. Tarif transportasi murah, layanan  ramah, kondisi kendaraan bagus. Demikianhalnya di kota Semarang, Solo dan Surabaya. Layanan transportasinya lebih beragam. Sedang di Malang transportasi publik hanya dilayani oleh angkutan umum yang disebut angkot, tentu saja ada juga taksinya.

Keywords


Membenahi Transportasi Kota Malang

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.