Transportasi umum Vs online : Gejala Neoliberalisme ?

Ani Sri Rahayu

Abstract


Kemajuan zaman telah membawa perubahan dan persoalan diberbagai lini bidang kehidupan, termasuk yang sekarang ini ramai jadi perbincangan terkait persoalan moda transportasi umum (konvensional) dan online dengan berbagai ragam jenis transportasinya. DikotaMalangmisalanya, beberapa waktu lalukotadilanda unjuk rasa para pengemudi taksi konvensional dan angkutan darat lainnya yang diserai aksi unjuk rasa yang digelar untuk menentang beroperasinya taksi dan angkutan berbasis aplikasi online seperti Uber dan Grabcar.Memang tidak bisa dipungkiri bahwa transportasi berbasis aplikasi online itu merugikan angkutan umum lainnya. Hal ini menyebabkan penumpang berkurang, sehingga akhirnya bisa membawa konsekwensi berkurangnya penghasilan supir angkutan umum juga berkurang karena masyarakat sudah banyak beralih menggunakan transportasi berbasis online tersebut.Berdasarkan pengamatan dilapangan yang dipermasalahkan para sopir angkutan umum saat berdemo itu adalah legalitas angkutan berbasis aplikasi online. Angkutan umum merasa mereka dizalimi dan menuntut keadilan karena mereka dibebani macam-macam peraturan dan pungutan dan sebagainya, sementara angkutan berbasis aplikasi online bebas tidak ada aturannya. Singkat kata, para sopir angkutan umum minta mediasi dan ketegasan dari pemerintah dalam melihat realitas yang demikian.

Keywords


Transportasi umum Vs online : Gejala Neoliberalisme ?

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.