Tentang “Jalan Pulang” yang Dirindukan

Ahmad Fatoni

Abstract


SEMUA orang begitu getol mencari kebahagiaan, tak terkecuali suatu rumah tangga atau keluarga. Berbagai upaya diburu untuk menggapai kebahagiaan itu. Namun, saat segenap ambisi telah paripurna, tak jarang mereka justru menanggung duka. Seolah ada yang menguap begitu saja. Sunyi tak terperi. Mereka pun terus berlari mengejar impian tak bertepi.Mungkin itulah yang dirasakan Hasan, mantan bajingan yang tinggal di sudut desa penghujung barat Sumenep, Madura. Sakit hati, dendam, gelisah, rindu sekaligus rasa kehilangan menggumpal jadi satu dalam gejolak batinnya.Seiring hempasan rasa gundah, Hasan menapaki serangkaian perjalan hidup yang tak biasa. Mencuri, merampok, dan membunuh dilakukannya hingga dia menemukan titik kulminasi tentang hakikat perburuan dan kerinduan untuk mengenal dirinya dan makna keluarga. Babak demi babak petualangan Hasan tersebut terangkum memesona dalam buku berjudul Keluarga Bahagia.Dalam buku bersubtitel Memoar Luka Keluarga Indonesia ini mengungkap semacam manifes bahwa setiap keluarga memiliki makna; setiap rumah menyimpan narasi. Lewat semangat dan kerja keras dari anggota keluarga itu kemudian melahirkan ragam kisah yang jarang terekspos ke ruang publik.

Keywords


Tentang “Jalan Pulang” yang Dirindukan

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.