Mencermati Fakta dan Hoax Pekerja Asing

Ani Sri Rahayu

Abstract


Fitnah itu buruk, dikatakan lebih kejam daripada pembunuhan. Kita semua mafhum bahwa fitnah itu jahat. Buruknya fitnah menjalar pesat di negara kita sekarang ini. Fitnah itu berwujud berita pelintiran dan berita bohong alias hoax yang beranak-pinak di media sosial serta membunuh akal sehat kita. Salah satu berita pelintiran yang banyak beredar di media daring ialah berita tentang pekerja Tiongkok. Target pemerintah untuk mendatangkan 10 juta wisatawan sampai 2019 dipelintir sejumlah situs seolah pemerintah hendak mendatangkan 10 juta pekerja Tiongkok.Padahal sudah cukup jelas bahwa dalam catatan Komisi I DPR, hingga Desember 2016 setidaknya 31.000 pekerja asing ilegal membanjiri perusahaan-perusahaan di dalam negeri, terutama perusahaan-perusahaan penanaman modal asing dari China. Sementara itu, pemerintah lewat Direktoral Jenderal Imigrasi,KemenkumhamRImenyebutkan, untuk masuk keIndonesiasebagai pekerja resmi tidak mudah karena banyak persyaratan.Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla menyatakan keheranannya, jika masih ada pekerja asing yang mau bekerja diIndonesia. Sebab, upah pekerja asing diIndonesiatergolong rendah dibandingkan negara mana pun di dunia. Apalagi jika dibandingkan dengan pendapatan diChina, pekerja kelas buruh diIndonesia400 persen lebih rendah. Namun terlepas dari dua pandangan berbeda itu, diakui para pekerja asing diIndonesiatergolong illegal.

Keywords


Mencermati Fakta dan Hoax Pekerja Asing

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.