UMM Online Proceedings


Arsip Publikasi Ilmiah Biro Administrasi Akademik

Arsip Publikasi dan Artikel Ilmiah yang dimuat di Media Masa oleh Dosen UMM. Sebagai bagian dan upaya untuk memotivasi civitas akademik khususnya Dosen dalam meningkatkan publikasi ilmiah, maka perlu disampaikan tentang publikasi ilmiah yang dimuat di media massa melalui Biro Administrasi Akademik - UMM

View Journal | Current Issue | Register

Seminar Nasional Lembaga Kebudayaan (SENASGABUD)

Seminar Nasional Lembaga Kebudayaan (SENASGABUD) ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk bakti Lembaga Kebudayaan UMM terhadap pemertahanan dan perkembangan Budaya yang semaking mengalami geliat luar biasa di belantika nasional dan internasional

View Journal | Current Issue | Register

Prosiding Seminar Nasional Bahasa dan Sastra Indonesia (SENASBASA)

Seminar nasional ini bertujuan untuk mengingatkan kembali mengenai Kekuatan sebuah bangsa yang terletak pada sejarah, kebudayaan, dan llmu pengetahuan. Hal ini perlu dikuatkan sebagai upaya penguatan budaya bangsa melalui pendidikan karakter. Oleh sebab itu, kemampuan bangsa dalam mendayagunakan potensi dan karakter menjadi penting. Sebuah bangsa akan memiliki peradaban tinggi dan kemartabatan intelektual yang dapat dilihat dari peninggalan budaya berupa bahasa dan sastra. Bagi bangsa yang unggul, peranan bahasa dan sastra adalah sebagai sumberdaya strategis untuk mengembangkan kreasi, inovasi, dan keunggulan peradaban. Karakter bangsa dapat diperkuat antara lain melalui kekuatan fungsional bahasa dan sastra.

View Journal | Current Issue | Register

Prosiding Seminas Internasional Bahasa dan Sastra Indonesia (SINBASTRA)

Nilai-nilai profetik merupakan salah satu alternatif untuk memecahkan berbagai persoalan berdasarkan nilai-nilai kenabian yang dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Nilai-nilai profetik, menurut ilmuwan, budayawan, dan sastrawan Kuntowijoyo, mengandung tiga elemen dominan, yakni humanisasi, liberalisasi dan transedensi. Humanisasi artinya memanusiakan manusia, melampaui“kebendaan”, ketergantungan, kekerasan dan kebencian dari manusia. Humanisasi sesuai dengan semangat liberalisme Barat, namun tidak hanya bertumpu pada humanisme antroposentris. Konsep humanisme profetik Kuntowijoyo berakar pada humanisme teosentris, pada nilai ketuhanan. Liberasi adalah gerakan pembebasan manusia dari segala penjajahan terhadap martabat manusia.Liberasi profetik dipahami dan didudukkan dalam konteks ilmu sosial yang memiliki tanggung jawab profetik untuk membebaskan manusia dari kekejaman kemiskinan, pemerasan kelimpahan, dominasi struktur yang menindas dan hegemoni kesadaran palsu. Berbeda dengan marxisme dan komunisme semangat liberatifnya menolak agama yang dipandangnya konservatif, ilmu sosial profetik mencari sandaran semangat liberatifnya pada nilai-nilai profetik transendental dari agama yang telah ditransformasikan menjadi ilmu yang objektif-faktual. Transendensi hendak menjadikan nilai-nilai transendental (keimanan) sebagai bagian penting dari proses membangun peradaban. Transendensi menempatkan agama (nilai-nilai Islam) pada kedudukan yang sangat sentral dalam ilmu sosial profetik.

View Journal | Current Issue | Register

Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika

Peningkatan kualitas pembelajaran matematika adalah tingkat pencapaian tujuan pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran matematika, Pencapaian tujuan tersebut berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan serta pengembangan sikap melalui proses pembelajaran. Kualitas dapat dimaknai dengan istilah mutu atau keefektifan. Secara definitif, efektivitas dapat dinyatakan sebagai tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan atau sasarannya, namun belajar adalah sebuah komunikasi terencana yang menghasilkan perubahan sikap, keterampilan, dan pengetahuan dalam hubungan dengan sasaran khusus  yang berkaitan dengan pola perilaku individu untuk mewujudkan tugas atau pekerjaan tertentu, sehingga Proses pembelajaran merupakan hasil sinergi dari tiga komponen utama pembelajaran, yaitu peserta didik, kompetensi guru, dan fasilitas pembelajaran. Ketiga prasyarat tersebut pada akhirnya bermuara pada proses dan model pembelajaran. Model pembelajaran yang efektif dalam kerangka peningkatan kualitas pembelajaran matematika antara lain harus memiliki nilai relevansi dengan pencapaian daya matematika dan memberi peluang untuk bangkitnya kreativitas peserta didik dan juga kreativitas guru itu sendiri. Di sisi lain upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika perlu mempertimbangkan perubahan-perubahan dalam proses pembelajaran, yang antara lain ditandai dengan adanya perubahan dari model belajar terpusat pada guru ke model terpusat pada peserta didik, dari kerja terisolasi ke kerja kolaborasi, dari pengiriman informasi sepihak ke pertukaran informasi, dari pembelajaran pasif ke pembelajaran aktif dan partisipatif, dari yang bersifat faktual ke cara berpikir kritis, dari respon reaktif ke proaktif, dari konteks artificial ke konteks dunia nyata, dari single media ke multimedia. Oleh karena itu, pembelajaran harus berpotensi mengembangkan suasana belajar mandiri. Dalam hal ini, pembelajaran dituntut dapat menarik perhatian peserta didik dan sebanyak mungkin memanfaatkan momentum kemajuan teknologi khususnya dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology).

View Journal | Current Issue | Register

Prosiding SENTRA (Seminar Teknologi dan Rekayasa)

 

View Journal | Current Issue | Register

Research Report

Publikasi Penelitian Dosen Universitas Muhammadiyah Malang

View Journal | Current Issue | Register

Page Header Logo

Proceeding National Conference Postgraduate Student of Law

Proceeding ditangan pembaca kali ini merupakan materi Paper mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Malang “2th National Conference Postgraduate Student Of Law 2017” (NCOPS of LAW 2017), sebagai kesinambungan konferensi ilmiah sebelumnya “NCOPS Of Law 2016” yang diselenggarakan oleh mahasiswa MAGISTER ILMU HUKUM UMM dengan Tema Besar “REFLEKSI 3 (TIGA) TAHUN PENEGAKAN HUKUM ERA PRESIDEN JOKOWI-JK”. Berbeda dengan tahun 2016, panitia mengambil tema “Peluang dan Tantangan Hukum Indoensia menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)”. Tiga tahun era kepresidenan Jokowi-JK, membawa banyak dinamika hokum yang layak untuk dijadikan bahan kajian dan analisis.

View Journal | Current Issue | Register